Prospek pasar Usaha Budidaya Sengon
Usaha kayu sengon menjadi pilihan yang menguntungkan. Permintaan dan harga jual kayu sengon semakin tahun semakin meningkat, karena kayu sengon tidak hanya bisa untuk bahan baku industri kayu, juga bisa digunakan untuk mebel atau barang kerajinan seni yang bernilai tinggi seperti bahan dalam membuat batik kayu dengan memanfaatkan sisa-sisa cat atau zat pewarna batik buat membatik di atas kayu sengon. Kayu sengon yang tidak terpakai bisa dibentuk jadi patung, topeng, atau lemari kecil. Tidak hanya gampang dibentuk, kayu sengon juga gampang diberi warna sebab gampang menyerap air serta tahan pada beraneka macam cuaca.
Budidaya kayu sengon memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaannya bukan hanya di dalam negeri, namun juga datang dari mancanegara. Kayu ini di pergunakan antara lain untuk bahan bangunan,bahan baku kertas dan kayu lapis.
Kayu sengon setelah mengalami proses pengeringan dan perlakuan lainnya dapat dibuat peralatan rumah tangga yang memiliki keawetan cukup lama. Dengan penggunaan yang multidimensi tersebut, permintaan akan terus meningkat seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk.
Harga kayu sengon, bisa dibilang relatif lebih murah dibandingkan dengan kayu lain seperti kayu jati atau mahoni, yaitu sekitar Rp. 850.000 - Rp. 1.200.000 per m3, namun karena masa panen kurang lebih lima tahun tanam sudah dapat ditebang, maka perputaran bisnis dalam investasi budidaya kayu sengon solomon relatif lebih cepat apabila dibandingkan dengan peluang investasi usaha kayu pada tanaman kayu jati dan sejenisnya.



